Ratusan Rumah Warga Rusak Diterjang Angin Kencang, TNI-Polri Digerakkan Bantu Korban

(FOTO: Harian Fajar)


SIDRAP -- Terdampak bencana alam yang diakibatkan angin kencang disertai hujan deras pada sejumlah wilayah di Sulsel masih terus didata.

Seperti di Sidrap, berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap sebanyak 146 rumah rusak akibat angin kencang ini.

Ratusan rumah warga yang rusak itu terdiri dari 8 rumah rusak berat, 21 rusak sedang dan 117 rusak ringan.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tetapi, banyak rumah rusak di 11 Kecamatan," kata Operator Pusdalops BPBD Sidrap, Rahma, Senin, 6 Januari.

Rumah rusak ini diantaranya didapati di Kecamatan Watang Pulu, Kelurahan Batu Lappa terdapat 19 rumah rusak, Kelurahan Arawa 12 rumah.

Ada juga di Desa Ciro-Ciroe 1 rumah, Kelurahan Bangkai 9 rumah, di Kecamatan Maritenggae, di Kelurahan Lakessi terdapat 8 rumah rusak, Kelurahan Pangkajene 2 rumah dan masih banyak lagi.

"Untuk data dari Kelurahan Kanyuara belum masuk, info dari tim yang ada dilokasi menyebut ada 45 rumah rusak disana," kata Rahma.

Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang membeberkan, TNI Polri juga dilibatkan dalam penanganan bencana angin kencang ini begitu pula dengan dengan pemerintah desa dan kelurahan.

Anggota TNI Polri diminta untuk membantu turun lansung ke lokasi terjadinya bencana untuk membantu sembari melakukan pendataan.

Bupati Sidrap, Dollah Mando memberi perhatian khusus kepada warganya yang menjadi terdampak bencana angin kencang pada Minggu, 5 Januari 2020, sore.

"Data semuanya. Kordinasi terus sama Pak Camat, Pak Kades dan pak Lurah. data semua, jangan sampai ada warga terdampak yang tak terdata," ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan di Parepare. Wali Kota Parepare, Taufan Pawe sudah meninjau langsung korban yang rumahnya hancur di terjang badai, Senin, 6 Januari.

Taufan mengatakan, dalam waktu tiga hari kedepan pihaknya akan segera menyalurkan bantuan musibah ganti rugi kepada warga yang rumahnya rusakm. Baik itu bantuan sandan dan pangan.

"Ganti rugi dibawah Rp5 juta akan ditangani BPBD Parepare. Kalau diatas Rp5 juta akan diproses di Badan Keuangan Daerah (BKD)," ujarnya.

Di Kabupaten Pinrang dan Enrekang pun demikian. Pendataan korban bencana alam angin kencang ini pun terus dilakukan. Bantuan juga sementara disalurkan.

Di Enrekang, pihak tanggap bencana BPBD sudah melakukan pembersihan, seperti di sekitar rumah Mari di Dusun Pusa, Desa Karuweng Kecamatan Enrekang. Rumah tersebut tertimpa pohon akibat angin kencang kemarin.

"Kami juga sementara membantu korban yang ada di Kecamatan Maiwa. Ada sekitar 9 rumah di sana," bebernya.

Terkhusus di Pinrang, Bupati Pinrang, Irwan Hamid juga sudah meninjau secara langsung rumah warga yang rusak ditenjang angin. Ia pun berharap warga dapat meningkatkan kewaspadaannya.

"Saya sudah minta kepada instansi terkait untuk turun langsung membantu para korban dan memberikan bantuan," tutupnya.

No comments

Powered by Blogger.